TUGAS TERSTRUKTUR BIOLOGI
DAUR SEL, MITOSIS, MEIOSIS

Semester:
Gasal Tahun 2012/2013
Oleh:
Nama : Shaoma Rian Prasetyo
NIM :
A1L012158
DEPARTEMEN
PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2012
DAUR SEL, MITOSIS, MEIOSIS
A. DAUR SEL/SIKLUS SEL
Siklus sel mengalami interfase yang dibedakan
menjadi tiga fase, yaitu:
1.
Fase gap satu (G1)
Sebuah sel diploid hasil mitosis,
yakni sel dengan kandungan kromosom 2n, mengalami peningkatan volume dan aktivitas
metabolisme yang berhubungan dengan persiapan penggandaan (replikasi/sintesis) DNA.periode setelah mitosis, gen-gen aktif berekspresi.
Pada fase ini
terjadi beberapa kegiatan yang mendukung tahap – tahap berikutnya,
yaitu:
a. Trankipsi RNA
b. Sintesis
protein yang bermanfaat untuk memacu pembelahan nukleus
c. Enzim yang
diperlukan untuk replikasi DNA
d. Tubulin dan
protein yang akan membentuk benang spindel
Periode
untuk fase G1 membutuhkan waktu yang berbeda – beda antar individu. Adakalanya G1
membutuhkan waktu 3 –4 jam, namun ada juga yang tidak mengalami fase G1 ini,
hal ini terjadi pada beberapa sel ragi. Beberapa ahli lebih suka menggunakan
istilah G0 untuk situasi tersebut.
2. Fase Sintesis
(S)
Pada fase
ini terjadi replikasi DNA dan replikasi kromosom, sehingga pada akhir dari fase
ini terbentuk sister chromatids yang memiliki sentromer bersama. Namun, masih belum
terjadi penambahan pada fase ini. Lamanya waktu yang dibutuhkan pada fase ini 7 –8
jam.
Fase sintesis DNA (replikasi), kromosom ® dua kromatid kembar.
3. Fase Gap dua
(G2)
Setelah S, terjadi aktifitas gen-gen untuk mengontrol
pembentukan protein/ enzim untuk keperluan mitosis.
Pada fase ini terjadi sintesis
protein – protein yang dibutuhkan pada fase mitosis, seperti sub
unit benang gelendong, pertumbuhan organel – organel dan makromolekul lainnya
(mitokondria, plastid, ribosom, plastid, dan lain – lain). Fase
ini membutuhkan waktu 2-5 jam.
4.
Fase
Gap nol(G0)
Fase istirahat, dormant (contoh: sel otot, sel darah merah).
Dalam kultur sel tertentu,
G1: 16-24 jam, M: 1-2 jam. Terdapat variasi yang besar dalam lamanya siklus sel.
SIKLUS SEL


B. MITOSIS
Pembelahan sel somatic (tubuh) ® 2 anak sel yang mengandung jumlah kromosom/ materi
hereditas yang sama atau identik. Hasil akhir pembelahan ini adalah 2 sel anak yang
masing-masing memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya.
Tujuan:
- Mengganti sel-sel yang rusak/ regenerasi
- Perkembangan dari satu sel menjadi banyak
- Membentuk individu baru (reproduksi sel baru) pada individu bersel
tunggal
Secara umum, pembelahan sel
mitosis terbagi menjadi
2 tahap, yaitu: Kariokinesis dan Sitokinesis.
1. KARIOKINESIS
Kariokinesis
adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu
Profase, Metafase, dan Telofase
a.
Profase
Pada fase
profase, terjadi pemadatan (kondensasi) dan penebalan kromosom. kromosom
menjadi memendek dan menjadi tebal, bentuknya memanjang dan letaknya secara random
di tengah – tengah sel, terlihat menjadi dua untai kromatid yang yang letaknya
sangat berdekatan dan dihubungkan oleh sebuah sentromer. Mendekati akhir
profase, nukleolus dan membran nukleus menghilang dan terbentuk benang – benang
spindel.
Ciri-ciri
profase:
•
Membran
inti mulai hilang
•
Nukleolus
(anak inti) mulai hilang
•
Kromosom
terlihat tebal dan panjang (terdiri dari 2 kromatid)
•
Di
sitoplasma terdapat sentriol yang membelah menjadi 2 dan bergerak ke arah kutub
yang berlawanan, terbentuk benang spindel (mikrotubul)
b.
Metafase
Pada fase ini,
setiap individu kromosom yang telah menjadi dua kromatid bergerak
menuju bidang equator. Benang – benang gelendong melekat pada sentromer setiap kromosom. Terjadi
kondensasi dan penebalan yang maksimal pada fase ini. Sehingga kromosom terlihat lebih pendek dan tebal dibandingkan pada fase
lainnya. Selain itu, kromosom juga terlihat sejajar di tengah – tengah equator.
Sehingga sangat baik dilakukan analisis kariotipe pada fase ini. Analisis
kariotipe dapat dimanfaatkan untuk : 1) analisis taksonomi yang berhubungan
dengan klasifikasi mahluk hidup. 2) analisis
galur substitusi dari monosomik atau polisomik, dan 3) untuk studi reorganisasi
kromosomal.
Ciri-ciri metafase:
•
Kromosom
mengadakan spiralisasi sehingga menjadi pendek
•
Ada
3 kegiatan: Proses kongregasi (kromosom bergerak menuju bidang ekuatorial),
proses distribusi (kromosom menyebar ke tepi), proses orientasi (kromosom
melekatkan diri dengan benang spindel pada sentromer/ kinetokor)
Metakinesis
Istilah metakinesis untuk pertama
kali digunakan oleh Wasserman pada tahun 1926
dan dipopulerkan oleh Mazia pada tahun 1961. Banyak buku yang menyamakan fase
metakinesis dengan fase metafase, dengan memasukkan pembahasan metakinesis ke dalam pembahasan metafase.
Pada fase ini, pergerakan kromosom
dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu :
1. Konggresi
kromosom
Selama konggresi kromosom, kromosom bergerak menuju
bidang equator yang berada di tengah – tengah kutub spindel. Kromosom
– kromosom tersebut akan mencapai suatu posisi keseimbangan
di bidang equator.
2. Orientasi
kromosom
Orientasi kromosom berhubungan dengan orientasi dari
tapak – tapak kinetik dari kromosom menuju kutub – kutub
yang berlawanan melalui pergerakan – pergerakan yang menuju
susunan – susunan yang sesuai di equator. Hal ini dikarenakan setiap
kromatid pada metafase memiliki tapak kinetik dan tapak non kinetik.
3. Distribusi
kromosom
Setalah
sentromer mengalami orientasi, kemudian kromosom – kromosom
tersebut terdistribusi pada bidang equator.
c.
Anafase
Fase ini
dimulai ketika setiap pasang kromatid dari tiap – tiap pasang kromosom berpisah,
masing – masing kromatid bergerak menuju ke kutub yang berlawanan. Pemisahan ini
dimulai dari membelahnya sentromer. Sentromer yang telah membelah kemudian
ditarik oleh benang gelendong ke kutub yang berlawanan bersama dengan
kromatidnya. Pergerakan kromosom ke kutub diikuti pula oleh bergeraknya organel
– organel dan bahan sel lainnya. Ciri khusus yang terlihat pada saat
anafase adalah kromosom terlihat seperti huruf V atau J dengan
ujung yang bersentromer mengarah ke arah kutub. Pada saat ini, jumlah kromosom
menjadi dua kali lipat lebih banyak.
Ciri-ciri anafase:
•
Sentromer/
kinetokor membelah menjadi 2
•
Kromatid
ditarik oleh benang spindel ke kutub berlawanan
d.
Telofase
Pada fase
ini, membran nukleus terbentuk kembali, kromosom mulai mengendur dan nukleolus
terlihat kembali. Sel membelah menjadi dua yang diikuti oleh terbentuknya
dinding sel baru yang berasal dari bahan dinding sel yang lama, retikulum endoplasma,
atau bahan baru yang lainnya. Pembelahan ini juga membagi sitoplasma menjadi dua.
Pada akhir dari fase ini, terbentuk dua sel anakan yang identik dan memiliki kromosom yang sama dengan
tetuanya.
Ciri-ciri telofase:
•
Kromatid
tunggal sampai di kutub kembali menjadi benang kromatin, membentuk dinding inti
kembali
•
Sitokinesis
berlangsung sehingga terjadi dua anak sel yang identik (furrowing).
2. SITOKINESIS
Sitokinesis
adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.
Sitokinesis terjadi setelah telofase. Dan setelah ini, terbentuk individu yang
identik.
GAMBAR ILUSTRASI MITOSIS

|
|

|
|

|
|||
|
|||

|
C. MEIOSIS
Meiosis: pembelahan sel khusus yang terdapat pada
organ/ alat reproduksi, menghasilkan gamet/ sel kelamin, memiliki jumlah
kromosom ½ dari jumlah kromosom induknya (46 ® 23), terjadi pembelahan reduksi sebanyak 2 kali.
Tujuan: mendapatkan individu yang memiliki jumlah
kromosom normal (46) berasal ½ dari ayah dan ½ dari8 ibu
Meiosis
terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu:
1.
MEIOSIS I
a.
Profase 1
§ Merupakan fase yang lebih kompleks & lama dibanding profase
mitosis
§ Kromosom mulai memadat
§ Kromosom homolog membelah bersamaan membemtuk
kromatid sebagai pasangannya
§ Sehingga
terbentuk 4 kromatid (2 pasang), yang saling
menyilang, tetap terikat dalam kromosom
§ Persilangan yang terikat ini disebut kiasma & segmen kromosom
saling bertukar
Tahap
Profase I dibagi menjadi 5 subfase, yaitu:
- Leptoten
Kromosom terlihat sebagai benang-benang panjang, yang
ujung-ujungnya mengarah ke suatu tempat (polarisasi). Benang-benang tersebut
terlihat ada daerah yang tebal (kromomer) dan daerah yang tipis, serta mudah menyerap zat warna dan membentuk
kromosom mengalami Kondensasi.
Sister kromatid sangat dekat sehingga sulit dibedakan
(dilihat)
2. Zigoten
Kromosom-kromosom homolog (paternal dan maternal)
saling berdekatan dan berpasangan ® sinapsis
3. Pachyten
Benang-benang (kromosom) homolog (bivalen) melekat
erat, masing-masing bivalen terdiri dari 4 benang kromatid (tetrad)
4. Diploten
Benang-benang kromosom homolog meregangkan diri (2
kromatid ® 4 kromatid), namun masih ada bagian-bagian yang
melekat (khiasmata). Pada khiasmata terjadi proses crossing over (pindah
silang). Hasil dari crossing over adalah terjadi rekombinasi gen-gen. Kira-kira
30-40 cross overs atau 1-2 perkromosom terjadi selama meiosis pada sel gamet
manusia
5. Diakinesis
Terbentuk benang-benang spindel, dua sentriol sampai pada kutub yang berlawanan,
membran inti dan nukleus menghilang. Kromosom mengalami kondensasi yang maksimal
b. Metafase
1:
·
Kromosom tersusun pada plat
metafase dengan pasangan homolog
·
Pada masing-masing pasangan tetap
berada pada
mikrotubul kinetokor masing-masing sentriol
·
Mikrotubul
masing-masing sentriol menempel
sesamanya
·
Membran
nukleus hilang, terbentuk benang spindel, sentriol menuju ke masing-masing
kutub
·
Terjadi
proses kongregasi, distribusi, dan orientasi
c.
Anafase 1
Kromosom yang telah mengalami crossing over memisahkan
diri ke kutub yang berlawanan. Serat
gelendong menggerakan kromosom ke arah kutub dengan pasangan
kromatid tetap terikat
pada
sentromer
- Telofase 1
·
Gelendong
tetap
memisahkan pasangan kromosom sampai ke kutub sel, setiap kutub mempunyai satu set kromosom (haploid) tapi setiap kromosom tetap mempunyai pasang kromatid.
·
Sitokinesis
terjadi secara simultan membentuk 2 sel anak, membran nukleus, nukleolus terbentuk dengan jumlah
kromosom yang haploid (n)
·
Terjadi
interfase II sebelum meiosis II.
· Terjadi replikasi lagi utk persiapan melakukan
meiosis II.
GAMBAR ILUSTRASI MEIOSIS I
|
|
|
|

2. MEIOSIS
II
Tahap-tahap meiosis II, mulai dari
profase II hingga telofase II, menyerupai tahap-tahap pada mitosis. Namun, pada meiosis II hanya ada satu dari masing-masing pasangan kromosom
homolog di dalam setiap nukleus. Jadi, di dalam tiap nukleus hanya ada kromosom
paternal saja atau kromosom maternal saja untuk tiap nomor kromosom.
Tahap-tahap
meiosis II:
- Profase 2: sering ke fase berikutnya dengan 2 sel.
- Metafase 2, anafase 2, telofase 2 = fase pada mitosis. Hasil akhir:
4 buah sel haploid.
- Anafase 2: terjadi pembelahan sentromer dan bergerak ke kutub yang
berlawanan.
- Telofase 2: terjadi pengelompokkan kromosom yang haploid menjadi nucleus.
GAMBAR ILUSTRASI MEIOSIS II
|
|
|
|
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar